Sunday, 10 November 2019

Meski Sama-sama Unik, Apa Perbedaan 3D dan 2D Latte Art?

Hampir di semua cafe, saat ingin menikmati jenis kopi tertentu seperti café latte, Anda akan mendapati secangkir kopi dengan hiasan. Jenis hiasan khas yang memperindah kopi ini biasa disebut latte art. Setelah seduhan kopi menggunakan mesin kopi otomatis sudah siap, betapa dengan mudahnya para barista ini ‘melukis’ kopi dengan susu yang dibuat sedemikian rupa. Padahal, latte art tak lahir begitu saja, lho. Diperlukan keterampilan khusus yang dipelajari dengan tekun agar menghasilkan karya latte art dengan sempurna. Bahkan, sekarang ini semakin populer jenis latte art 3D dengan bentuk yang lucu dan menarik.

Perbedaan 3D Latte Art dan 2D Latte Art yang Unik
Secara umum, latte art merupakan penyajian espresso bersamaan dengan menuangkan susu panas ke cangkir espresso tersebut dan menciptakan pola atau desain di atas permukaannya. Sebelum mengetahui perbedaan dari bentuk 3D atau 2D ini, ketahui beberapa fakta penting berikut agar secangkir latte mampu diapresiasi lebih dari sekedar minuman yang indah.

Penemuan pertama latte art
David Schomer, seorang pria berasal dari Amerika Serikat tergila-gila menciptakan seni di atas kopi pada pertengahan 1980-an. Pada 1994 di dalam artikel Coffee Talk, Schomer mengatakan bahwa ia telah mengembangkan dan mematenkan bentuk hati ke dalam latte sejak musim gugur di 1989. Sementara itu, seni 3D latte art pertama kali diperkenalkan oleh seorang barista dari Jepang yang bekerja di  cafe 10g di Osaka, yaitu Kazuki Yamamoto. Berawal dari kegemarannya melukis di atas kopi latte, sampai ia berhasil membuat sebuah inovasi latte art tersebut dalam tampilan 3D. Kreasi ini tampak seperti patung mungil atau kecil di atas kopi dan dibentuk sedemikian rupa hingga muncul dari permukaan kopi tersebut. Membuat latte art kekinian ini tentu saja membutuhkan teknik tingkat tinggi karena tingkat kesulitan yang nyata.

Kunci perbedaan 3D latte art dan 2D latte art
Sebenarnya untuk membuat sebuah 3D latte art, tidak jauh berbeda dengan membuat 2D latte art biasanya. Hanya saja, dalam proses pembuatannya membutuhkan satu komposisi lagi yang harus dicampurkan bersamaan dengan susu cair agar bentuk yang dibuat dapat bertahan lama. Kunci pembuatannya ada pada putih telur. Jadi, para barista akan mencampurkan putih telur dan susu cair, kemudian dikocok bersamaan sampai mengembang sempurna. Lantas, bagaimana agar putih telur tidak memengaruhi rasa serta aroma susu maupun kopi yang akan disajikan? Di sinilah ketelitian yang besar diperlukan agar takaran susu dan putih telur tersebut sesuai.


Keuntungan bisnis cafe yang menyediakan latte art
Saat ini, minum kopi perlu dilengkapi dengan kreasi latte art agar semakin menambah minat konsumen. Kalau ingin lebih bersaing lagi, kombinasi 2D dan 3D latte art bisa menjadi pilihan yang tepat. Ketersediaan mesin kopi otomatis terbaik adalah kunci menghasilkan cita rasa kopi yang khas sebagai bahan dasar pembuatan latte art. Pilihlah Unakaffe System Ventura 735 yang dilengkapi dengan tekanan yang lebih tinggi, yaitu 19 bar untuk memastikan ekstraksi optimum. Apalagi mesin ini dapat dikombinasikan dengan milk frother, sehingga sangat cocok untuk mempersiapkan berbagai jenis latte. Desain elegan Unakaffe System Ventura 735 sesuai dengan konsep modern cafe masa kini. 

Percayalah, kreasi latte art keren masih sangat ditunggu para penggemar kopi sejati.  Apalagi kalau dibuat menggunakan mesin kopi otomatis terbaik Unakaffe System, cita rasa nikmat kopi tetap terjaga.
 

Loading…